tugas mandiri penelitian tindakan kelas
assalamu'alaikum guys,,, semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman semua,,
kali ini saya akan share tugas mandiri mata kuliah penelitian tindakan kelas,,
1. Jelaskan
cara membuat kuesioner
(angket) beserta contoh !
2. Jelaskan
bagaimana cara uji validitas !
Penyelesaian
1. Menurut Kasnodihardjo (1993) menyatakan
bahwa dalam
menyiapkan kuesioner diperlukan urut-urutan
pembuatannya secara sistematik dan baik. Beberapa step atau langkah dalam pembuatan
kuesioner adalah sebagai berikut:
a.
Dalam perencanaan harus sudah ditentukan informasi/data
apa yang diperlukan dan dari sumber mana data tersebut akan diperoleh.
b.
Informasi/data yang ingin
diperoleh dari sumber tersebut harus di daftar
mulai dari data pokok yang diperlukan dan seterusnya. Umumnya tidak
Semua data/informasi yang di
daftar akhirnya benar- benar diperlukan. Oleh sebab itu data/informasi yang
tidak penting perlu dihilangkan. Hal tersebut harus didasarkan pada kerangka
pemikiran semula. Model atau kerangka dasar pemikiran akan mengarahkan pemikiran
kita ke arah hipotesis. Berdasarkan model atau hipotesis kita akan dapat
menentukan data apa yang kita perlukan/perlu kita tanyakan
c.
Berikutnya kitacoba
menempatkan diri kita dalam posisi orang-orang yang akan memerikan tersebut.
Apakah dalam posisi tersebut kita mampu memberikan informasi. Hal-hal apa yang
kira-kira data atau sulit untuk dijawab
d.
Berikutnya adalah
menentukkan urutan topic. Topic mana yang paling baik sebagai pembuka wawancara
dan mana yag baik sebagai penutup dan lain sebagainya, dalam hal ini bila perlu
dapat ditentukan pertanyaan-pertanyaan tertentu untuk tidak ditanyakan pada
kelompok responden tertent dan lain sebagainya.
e.
Topic-topik atau item-item
perlu diurutkan, kemudian baru kita
tentukan tipe pertanyaan apa yang harus kita gunakan untuk memperoleh
informasi/ data yang kita kehendaki. Apakah multiple choice, free response,
check list dan lainya.
f.
Setelah menentukan kira-kira
pertanyaan apa yang akan digunakan, kemudian kita menuliskan susunan kata-kata
untuk tidap pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini harus di tulis dengan jelas
agar mdah diketahui apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut terdiri sdari satu
elemen atau lebih serta hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.
Penulisan pertanyaan ini biasanya diperbaiki
berkali-kali agar baik susunan kata-katanya maupun urutan pertanyaan dan
benar-benar telah sesuai dengan tujuan dari survainya.
g.
Setelah penulisan pertanyaan
selesai, tentukan formatnya. Sediakn ruangan yang cuukup untuk jawabannya.
Kalau ada pertanyaan multiple choice ataupun check list harus sudah disiapkan
kemungkinan jawaban-jawabannya.
h.
Format kuesioner sudah
selesai termasukk didalamnya pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun dan
jawaban yang diperlukan, tetapi kemungkinan masih terdapat
kejanggalan-kejanggalan baik kata-katanya maupun susunannya. Sehingga setelah
format selesai, kita teliti kembali kalau perlu diperbaiki kembali.
i.
Kalau sudah yakin semua
benar dan sesuai dengan yang kita maksud tempatkan kebali diri kita sebai
responden. Dapatkan kita menjawab semua pertanyaan tersebut kemudian hitunglah
waktu yang diperlukan. Kalau ternyata waktu yang diperlukan sangat lama maka
perlu dipikirkan kembali apakah ada hal/ pertanyaan yang dapat diilangkan.
j.
Berikutnya adalah
menempatkan diri kita sebagai interviewer. Apakah pertanyaan-pertanyaan
tersebut sudah baik dan mudah ditanyakan. Apakah bahsannya wajar. Apakah mudah
dibaca dan mudah menuliskan jawabannya.
k.
Sampai langkah ini semua
pekerjaan dilakukan oleh yang berkepentingan atau instansi. Mungkin menurut
pendapat kita semuanya sudah baik namun adalah pendapat yang keliru jika kita
berhenti disini dan puas dengan yang telah kita capai
l.
Agar kuesioner lebih baik
lagi perlu dimintakan pendapat/saran dari pihak yang banyak mngetahui tentang topic/masalah
yang hendak kita survey/teliti
m. Kuesioner kemudian diuji coba dilapangan dengan beberapa responden
(pretest) untuk mengetahui apakah mudah digunkan dilapangan atau tidak. Uji
coba ini penting untuk penyempurnaan. Berdasarkan pengalaman/ hasill uji coba
maka dapat dikrahui mana pertanyaan yang perlu direvisi. Ada baiknya setelah diperbaiki
dilakukan uji coba sekali lagi jika biaya memungkinkan
n.
Setelah uji coba kuesioner
siap diperbanyak dan siap untuk digunakan dalam penelitian/ survey yang
sebenarnya.
Contoh kuesiner :
ANGKET
KONSEP DIRI PADA SISWA
|
NO
|
PERTANYAAN
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
|
1
|
Saya sudah mampu hidup
mandiri
|
|
|
|
|
|
2
|
Teman, sahabat serta
keluarga selalu mendukung kegiatan yang saya lakukan
|
|
|
|
|
|
3
|
Saya orang yang rajin dan
ulet
|
|
|
|
|
|
4
|
Keluarga selalu memahami
saya
|
|
|
|
|
|
5
|
Saya mampu menerima
|
|
|
|
|
|
6
|
Saya suka membantu orang
lain
|
|
|
|
|
|
7
|
Saya merasa memiliki
kondisi fisik yang lebih baik dari orang lain
|
|
|
|
|
|
8
|
Saya orang yang hangat dan
akrab dengan teman-teman
|
|
|
|
|
|
9
|
Saya mengerjakan tugas
sendiri
|
|
|
|
|
|
10
|
Saya kurang mampu
berprestasi
|
|
|
|
|
|
11
|
Saya orang yang peduli dan
suka menolong
|
|
|
|
|
|
12
|
Saya merasa bodoh jika
dibandingkan teman-teman yang lain
|
|
|
|
|
|
13
|
Banyak orang terdekat yang
menjauhi saya
|
|
|
|
|
|
14
|
Saya merasa malu dan
frustasi dengan kondisi fisik saya
|
|
|
|
|
|
15
|
Orang yang melihat saya
hanya merasa kasihan
|
|
|
|
|
|
16
|
Saya merasa fisik saya
tidak sekuat orang lain
|
|
|
|
|
|
17
|
Saya sulit bergaul dengan
orang lain
|
|
|
|
|
|
18
|
Saya suka melamun
|
|
|
|
|
|
19
|
Saya orang yang pencemas
dan sedih
|
|
|
|
|
|
20
|
Saya suka membuat
keributan dan lelucon di kelas
|
|
|
|
|
|
21
|
Saya yakin saya bias
mencapai apa yang saya inginkan
|
|
|
|
|
|
22
|
Orang lain lebih baik dari
saya
|
|
|
|
|
|
23
|
Keterbatasan yang saya
miliki bukan penghalang saya utuk sukses
|
|
|
|
|
|
24
|
Saya mudah putus asa
|
|
|
|
|
|
25
|
Saya sangat bergantung
pada orang lain
|
|
|
|
|
|
26
|
Saya takut menghadapi hal
baru
|
|
|
|
|
|
27
|
Saya bisa menjadi orang
yang berhasil
|
|
|
|
|
2.
Uji reliabilitas merupakan
mengetahui konsistensi atau keteraturan hasil pengukuran suatu instrument
apabila instrument tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek atau
responden. hasil reliabilitas dapat mencerminkan dapat dipercaya atau tidaknya
suat instrument penelitian berdasarkan tingkat pemantapan dan ketepatan suatu
alat ukur dalam pengertian bahwa hasil pengukuran yang diperoleh merupakan
ukuran yang benar dari suatu yang diukur.
Salah satu metode pengujian reliabilitas adalah dengan menggunakan
metode Alphe Conbach yang digunakan dalam menentukan reliable. Tingkat
reliabilitas dengan metode ini diukur berdasarkan skala 0 sampai 100, jika
nilai alpha conbach diatas 70% maka dikatakan reliable
Tahapan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS:
a.
Siapkan data yang akan diuji
tingkat reliabilitas dan validitas. Memasukan data SPSS dapat menggunakan entry
atau convert dari perangkat lunak lain seperti excel
b.
Pilih menu Analize, lalu pilih scale dan selanjutnya pilih reliability analysis
c.
Masukkan atau pindahkan
seluruh variabel ke kotak dialog items
d.
Setelah memindahkan seluruh
variabel ke kota items dan selanjutnya klik statistics
e.
Pada kota reliability
analysis statistics klik scale dan scale if item deleted dan continue maka akan keluar output spss
nya berupa tabel reliability statistics
uji validitas :
ujivaliditas ada beberapa cara:
a.
Cara pertama dari output
SPSS yang sebelumnya dibandingkan nilai corrected
Item-Total Corellation dengan nilai r tabel pada level signifikan 0.05.
jika nilai corrected Item-Total
Corellation lebih besar dari r tabel maka dikatakan valid dan sebaliknya
jika lebih kecil dikatakan tidak valid dan harus dibuang dari pengolahan data .
Untuk
menentukan nilai r tabel dapat menggunakan nilai r tabel dapat menggunakan
rumus sebagai berikut:
r tabel
(df,0.05)=t tabel (df,0.05)/SQRT(df+t tabel (df,0.05)**2)
r tabel
(65,0.05)=1.67 sehingga nilai r tabel (df, 0.05)=0.20 dimana df= n-2 dengan
level sig.=0.05 atu confident level = 0.95
dengan SPSS
dapat digunakan menu transform, untuk mendapatkan t tabel =
t_005=IDF.T(0.95,df)
selanjutnya
mendapatkan nilai r tabel = t_005/SQRT(df+t_005*2)
b.
Cara kedua sebagai berikut:
1.
Masukkan data dalam bentuk
ordinal atau skala likert
2.
Totalkan seluruh data per
kolom ata per indicator dengan nama variabel baru nama misalnya total dengan
melakukan transform daa
3.
Caranya klik transform
tentukan target variabel denga TOTAL dan lakukan penjumlahan seluruh indicator
4.
Akan diperoleh hasil total
tersebut
5.
Hitunglah nilai korelasi
Antara masing-masing indicator dengan total, dengan menggunakan correlate dari
bivariate
6.
Untuk memudahkn membaca
output tekan paste dan akan instrusi manual dan lakukan perubahan instruksi
sebagai berikut dengan menambahkan dengan instrusi WITH
7.
Untuk mengaktifkan SPSS pilih tombol
8.
Kemudian keluarlah output
spss nya berupa tabel correlations lakukan pengujian korelasi antara
masing-masing indicator dengan total, jika terdapat yang signifikan maka
dikatakan indicator tersebut valid dan sebalikanya jika tidak maka indicator
tersebut dikatakan tidak valid.
Komentar
Posting Komentar